Direktorat Pengembangan Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Pembiayaan (PSSPP), Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum (DJPI), Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) melaksanakan Workshop Resiliensi Digital dalam Menjaga Keberlanjutan Kinerja Transformasi Digital dan Produktivitas Unggul Tahun 2026, di Bekasi, Senin (25/05/2026).
Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (DJPI) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) air minum menerapkan skema pembiayaan kreatif guna mendukung pengembangan layanan dan infrastruktur secara berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Cipta Karya DJPI Kementerian PU, Meike Kencanawulan Martawidjaja, dalam Rapat Asistensi Penyelesaian Masalah BUMD Air Minum, Limbah, dan Sanitasi bertema “Penguatan Perencanaan Bisnis, Pembiayaan SPAM, dan Tata Kelola Organisasi BUMD Air Minum dalam Mendukung Pelayanan yang Berkelanjutan” yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum (DJPI), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aspek Finansial Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Subsektor Air Minum pada Selasa (19/5) di Bekasi. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Pengembangan Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Pembiayaan, Agus Sulaeman, ST, MM, mewakili Plt. Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan dihadiri oleh Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Cipta Karya, Meike Kencanawulan Martawidjaja, perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII), serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan DJPI.
Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Cipta Karya (PPICK), Meike Kencanawulan Martawidjadja mewakili Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) hadir dalam acara Sharing Session terkait dengan Pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Indonesia yang difasilitasi oleh water.org dengan para tamu dari Ministry of Industry, Science, Technology and Innovation (MISTI), Cambodia Water Association (CWA), Private Water Operator (WPO), Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI), dan Perusahaan Umum Daerah (PERUMDA) Tirta Pakuan Kota Bogor yang dilaksanakan di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat menjadi salah satu contoh sukses proyek KPBU dalam rangka penyediaan infrastruktur air minum di Indonesia. Proyek ini mampu meningkatkan layanan air minum bagi puluhan ribu pelanggan di Kota Semarang.
Proyek SPAM Semarang Barat dirancang untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat di wilayah Semarang Barat, Tugu, dan Ngaliyan, dengan kapasitas produksi mencapai 1.000 liter per detik.
Pengembangan SPAM Semarang Barat telah melalui proses panjang sejak 2012. Proyek ini sempat mengalami hambatan akibat perubahan regulasi, sebelum akhirnya ditetapkan menggunakan skema KPBU dan masuk dalam Proyek Strategis Nasional dan akhirnya penandatanganan PKS antara Perumda Tirta Moedal Kota Semarang dengan PT Air Semarang Barat pada tanggal 23 November 2018.








