DJPI Laksanakan Workshop Resiliensi Digital: Menjaga Keberlanjutan Kinerja Transformasi Digital dan Produktivitas Unggul Tahun 2026
Direktorat Pengembangan Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Pembiayaan (PSSPP), Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum (DJPI), Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) melaksanakan Workshop Resiliensi Digital dalam Menjaga Keberlanjutan Kinerja Transformasi Digital dan Produktivitas Unggul Tahun 2026, di Bekasi, Senin (25/05/2026).
Acara dibuka oleh Direktur Pengembangan Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Pembiayaan, Agus Sulaeman. Di dalam sambutannya, Direktur PSSPP menyampaikan bahwa pelaksanaan Transformasi Digital di Sektor Publik bukan lagi pilihan, namun merupakan keniscayaan dalam menghadapi dinamika teknologi dan tuntutan kualitas layanan. “Transformasi digital juga bukan
sekadar digitalisasi proses, melainkan perubahan fundamental dalam cara kerja dan pelayanan publik berbasis teknologi digital”, ungkap Direktur PSSPP.
Direktur PSSPP juga menyampaikan bahwa komitmen DJPI dalam melaksanakan Transformasi Digital telah dibuktikan dengan prestasi yang diraih pada tahun 2025, yaitu DJPI berhasil menjadi juara 1 Transformasi Digital tingkat Unit Organisasi (Unor) di Kementerian PU dengan peningkatan nilai yang signifikan yaitu dari 63,01 menjadi 97,73. Prestasi ini juga diikuti oleh capaian di tingkat Unit Kerja (Uker) yaitu Direktorat Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Cipta Karya (PPICK) sebagai Juara 2 dan Direktorat Pengembangan Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Pembiayaan (PSSPP) sebagai Juara 3 Pelaksanaan Transformasi Digital.
“Capaian luar biasa tersebut merupakan hasil dari kerja keras, kolaborasi, komitmen seluruh jajaran DJPI dalam membangun tata kelola digital yang semakin baik, adaptif dan terintegrasi. Untuk itu, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh Pimpinan, serta seluruh pegawai yang telah memberikan kontribusi terbaiknya,” ujar Direktur PSSPP.
Acara Workshop ini dibagi menjadi 2 (dua) Sesi yaitu:
Sesi 1: Kebijakan Nasional Keamanan Siber & Digitalisasi Pemerintah dengan narasumber:
- Alfonsus Sucahyo Hariaji, S.Kom., M.Kom. (Pranata Komputer Ahli Muda, Bidang Manajemen Teknologi Informasi, Pusat Data dan Teknologi Informasi, Sekretariat Jenderal, Kementerian PU);
- Rindy (Ketua Tim Pengawasan Kepatuhan Ruang Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital);
- Selaku Moderator Ary Rachman Wahyudin (Kasubdit Strategi dan Program Pembiayaan Infrastruktur.
Sesi 2: Praktik Keamanan Digital, dengan narasumber:
- Herniasari (Auditor Ahli Madya, Inspektorat IV, Kementerian PU);
- Aris Munandar (Ketua Tim Penilaian Kelaikan Keamanan Aplikasi dan Infrasruktur Nasional Pemerintah, Badan Siber dan Sandi Negara);
- Tommy Adhyasa Suramardhana (Praktisi Cybersecurity);
- Selaku Moderator Yolanda Indah Permatasari (Kasubdit Sistem dan Kemitraan Pembiayaan Infrastruktur).
Pada Sesi 2, Herniasari dari Inspektorat Jenderal (Itjen), Kementerian PU menyampaikan 4 (empat) rekomendasi terkait hasil audit Teknologi Informasi dan Komunikasi 2025 terhadap objek audit Sistem Informasi Proyek Unggulan DJPI (Simpul DJPI). DJPI telah berhasil menindaklanjuti seluruh rekomendasi tersebut secara tuntas. Rekomendasi Itjen yaitu sebagai berikut:
- Evaluasi menyeluruh terkait sumber daya Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE);
- Menyusun pedoman manajemen SPBE, melakukan koordinasi dengan Biro Barang Milik Negara dan Pusdatin dalam pengelolaan Aset TIK, serta melakukan koordinasi dengan Pusdatin terkait penyusunan standarisasi dokumen pelaporan operasional;
- Menyusun dan menetapkan kebijakan terkait pembangunan dan pengembangan aplikasi Simpul DJPI; dan
- Melengkapi dokumen teknis terkait FAQ dan koordinasi dengan Pusdatin dalam penyusunan kebijakan internal layanan Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP).
Sementara itu, melalui acara Worskhop ini diharapkan dapat tercapai tujuan strategis, yaitu:
- Meningkatkan pemahaman mengenai kerangka kebijakan nasional, regulasi keamanan siber, serta standar tata kelola guna menjaga keberlanjutan infrastruktur digital DJPI yang unggul;
- Memperkuat kolaborasi dan pertukaran pengetahun penerapan resiliensi digital untuk memperkuat budaya kewaspadaan operasional;
- Menghasilkan langkah - langkah konkret dalam penguatan keamanan dan ketahanan sistem, mitigasi risiko operasional, serta memperkuat keberlanjutan transformasi digital dan produktivitas unggul di lingkungan DJPI, Kementerian Pekerjaan Umum;
Mempersiapkan organisasi untuk menghadapi Penilaian Transformasi Digital tahun 2026.




