Kementerian PU Dorong Transformasi Digital dan Skema KPBU Dalam FIDIC Asia PAsific Conference 2025
Direktur Pengembangan Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Pembiayaan (PSSPP) DJPI, Agus Sulaeman, menjadi narasumber pada FIDIC Asia Pacific Conference 2025 bertema “New Technologies Transforming Engineering and Construction Industry” di Bali. Forum yang dihadiri delegasi dari 17 negara ini menjadi wadah penting memperkuat kolaborasi global dalam menghadapi tantangan digitalisasi sektor konstruksi.
Acara dibuka oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang, Nazib Faizal, yang menekankan pentingnya penyusunan studi kelayakan yang akurat, model bisnis KPBU yang menarik investor, serta integrasi pembangunan dengan tata ruang. Ketua DPN INKINDO, Erie Heryadi, dan President FIDIC Asia Pacific, Sushil Dharwan, turut menegaskan peran strategis Indonesia dan signifikansi forum ini dalam menyongsong era digitalisasi.
Dalam paparannya, Agus Sulaeman menyampaikan strategi pembangunan infrastruktur menuju Visi Indonesia Emas 2045. Ia menekankan kebutuhan investasi infrastruktur sebesar USD 2.930 miliar periode 2025–2029, pemanfaatan teknologi seperti BIM, IoT, Digital Twin, serta pembiayaan inovatif berbasis prinsip ESG.
“Melihat kebutuhan infrastruktur yang besar, KPBU menjadi solusi penting. Kami mengundang pelaku bisnis yang berminat pada proyek unsolicited untuk menyampaikan Letter of Intent (LoI) kepada Menteri PU, dengan catatan proyek selaras dengan RPJMN dan Renstra sektoral,” jelasnya.
Deputi Infrastruktur Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris, menambahkan fokus pembangunan jangka menengah diarahkan pada kelistrikan, transportasi, perumahan, dan permukiman, dengan perhatian khusus terhadap isu lingkungan dan transformasi teknologi.