PU-LOGO

  ☆ PENGUMUMAN PQ PENGADAAN BUP PROYEK KPBU PRESERVASI JALAN LINTAS TIMUR SUMATERA DI PROVINSI RIAU ☆  

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastuktur PU pemerintah dan Perumahan terus berupaya dalam meningkatkan pembangunan infrastuktur. Melihat tantangan yang ada pada saat ini adalah pembiayaan infrastruktur itu sendiri, maka pemerintah dalam mendanai infrastuktur menggandeng pihak swasta untuk dapat berkontribusi. Melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnership (PPP).

Pada hari Rabu 11/3 Ditjen Pembiayaan Infrastruktur PU dan Perumahan mengadakan Market Sounding untuk lima proyek KPBU senilai Rp 57,18 Triliun Rupiah. Dalam proyek yang ditawarkan adapun lima proyek yaitu Sistem Transasksi Tol Non Tunai Berbasis Multi Lane Free Flow (MLFF) sepanjang 1.713 Km dengan nilai investasi 2.923 Triliun, Jalan Tol Layang Cikunir – Karawaci sepanjang 40 Km dengan nilai investasi 26,15 Triliun, Jalan Tol Kamal – Teluk Naga – Rajeg sepanjang 38,6 Km dengan nilai investasi Rp 18,51 Triliun, Jalan Tol Bogor – Serpong via Parung sepanjang 31,12 dengan nilai investasi Rp 8,95 Triliun serta Preservasi Jalan Nasional Lintas Timur Sumatera di provinsi Riau sepanjang 43 Kilomeer dengan nilai investasi Rp 654,8 Miliar

Dalam kesempatan acara Market Sounding tersebut Anita Firmanti selaku Sekjen Kementerian PUPR menyampaikan, acara ini penting untuk menyampaikan informasi yang lebih menyeluruh mengenai proyek KPBU kepada pasar serta menjaring masukan, tanggapan dan minat para investor terhadap proyek yang dikerjasamakan, selain itu juga sebagai wadah untuk menjaring masukan, tanggapan dan minat calon investor terhadap proyek yang ditawarkan. Menurut Sekjen Kementerian PUPR penyelenggarakan market sounding sangat pentong dalam pengembangan kontektivitas di Indonesia dan menjawab tantangan kebutuhkan pembiayaan infrastruktur.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur PU dan Perumahan, Eko D Heripoerwanto menyampaikan hal yang senada "Market sounding ini, pastinya kita ingin mendapatkan respon dari Badan Usaha, apakah peminatnya nanti ada peningkatan dari jumlah yang sudah ada atau tidak tergantung peminatan, namun ditambahkannya bahwa selama ini tidak ada lelang project untuk KPBU Jalan Tol merupakan indikator bahwa peminatnya cukup banyak ungkapnya optimis. Kemudian Eko D Heripoerwanto menambahkan skema KPBU untuk proyek-proyek yang memberikan manfaat bagi masyarakat, umumnya mendapatkan jaminan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) serta menandung dukungan pendanaan dari Pemerintah atau yang sisebut viability gap fund (VGF).

Hari ini Kementerian PUPR telah menjalankan apa yang telah menjadi arahan Presiden untuk percepatan proyek-proyek strategis infrastruktur. Saya kira melalui kegiatan ini Kementerian PUP sudah terbuka, professional dan hasil kerjanya cepat ujar Bahlil Lahadalia selaku Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dalam acara Market Souding.

Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut, Dadang Jusro, SE. Ak (Kepala Sub Direktorat Kerjasama Pemerintah Swasta, Kementerian PPN/BAPPENAS), Muhammad Wahid Sutopo (Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia), Bahlil  Lahadalia (Kepala BKPM), Ir. Koentjahjo Pamboedi, M.Sc (BPJT Unsur Profesi), Reni Ahiantini, ST., M.Sc (Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan, DJPI) dengan moderator Heri Trisaputra Zuna (Direktur Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi, DJPI).