PU-LOGO

PENGUMUMAN HASIL EVALUASI KUALIFIKASI PROYEK KPBU SPAM REGIONAL JATILUHUR I

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Eko. D Heripoerwanto menyaksikan Peresmian Pemanfaatan (Soft Launching) Sampai Dengan Offtake Porong Sidoarjo KPBU SPAM Umbulan, Minggu (22/12) di Jawa Timur. Pada KPBU SPAM Umbulan terdapat sistem produksi dengan kapasitas 4.000 liter/detik dan pipa transmisi dengan panjang mencapai 93 km dengan 18 offtake serta 6 elevated reservoir dan 11 ground tank untuk melayani 5 Kabupaten/Kota, yaitu Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya, dan Kabupaten Gresik.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai meresmikan menyampaikan bahwa  Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat pada pertengahan Januari 2020 atau tiga minggu dari sekarang.

“Kami berharap seluruh proses distribusi air dari SPAM Umbulan selesai Januari dan bisa dikonsumsi oleh 1,3 juta jiwa,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakannya, pada akhir Januari tahun depan direncanakan pemanfaatan KPBU SPAM Umbulan mencapai Surabaya dan akan terserap sampai dengan 1.000 liter/detik. Secara bertahap penyerapan tersebut akan meningkat sampai dengan 4.000 liter/detik.

SPAM Umbulan merupakan proyek SPAM dengan skema KPBU pertama yang akan segera beroperasi tahun ini dan menjadi Pioneer keberhasilan dalam percepatan pembangunan proyek-proyek infrastruktur melalui skema KPBU khususnya proyek SPAM Regional di Indonesia. Pembangunan proyek strategis nasional SPAM Umbulan ini dilakukan dengan sistem kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), yakni sebagian dana dari APBN, sebagian dari APBD Jatim dan dana dari pihak swasta.

Jika sudah beroperasi seluruhnya, distribusi SPAM Umbulan dibagi ke lima Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Jatim, yaitu Kota Surabaya sebesar 1.000 liter per detik, Kabupaten Pasuruan 410 liter per detik, Kota Pasuruan 110 liter per detik, Sidoarjo 1.200 liter per detik, Gresik 1.000 liter per detik dan PDAB 280 liter per detik.