PU-LOGO

  ☆ PENGUMUMAN PEMENANG LELANG PENGADAAN BUP PROYEK KPBU PRESERVASI JALAN LINTAS TIMUR SUMATERA - PROVINSI RIAU ☆     ☆ PENGUMUMAN HASIL PRAKUALIFIKASI PENGADAAN BUP PROYEK KPBU KEGIATAN PENGGANTIAN DAN/ATAU DUPLIKASI JEMBATAN CH DI PULAU JAWA ☆  

Sektor properti akan selalu menjadi leading sector baik pada saat ini maupun pada saat yang akan datang. Dari sisi ekonomi, secara universal diakui bahwa sektor properti memiliki multiplier efect terhadap sektor lainnya dan mampu mendorong kegiatan di berbagai sektor ekonomi, mempengaruhi perkembangan sektor keuangan, serta berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur PU dan Perumahan Eko D Heripoerwanto hadir dalam acara Akad Kredit Massal Bank BTN dengan tema “Bangkit Bali Bersama KPR Bersubsidi" bersama Wakil Direktur Utama Bank BTN, Nixon LP Napitupulu pada hari Kamis (29/4) bertempat di Kabupaten Tabanan, Bali.   
“Membaiknya bisnis properti akan menggerakan 170 industri seperti semen, besi, kayu dan bahan bangunan lainnya. Menyadari begitu strategisnya sektor properti, khususnya properti residensial, sehingga menjadi kewajiban kita bersama selaku stakeholders untuk bersama-sama menjaga kontribusi nyata yang bisa kita berikan bagi pertumbuhan dan kemajuan pada sektor ini”
Dalam kesempatan tersebut Dirjen Pembiayaan Infrastruktur PU dan Perumahan juga menyampaikan apresiasi dan berharap kepada Bank BTN untuk dapat menjaga kredibilitas dan kepercayaan masyarakat serta turut serta menjaga kualitas dari rumah dan fasilitas perumahan yang dibangun oleh pengembang.

“Kami yakin bahwa Bank BTN sebagai penyalur bantuan pembiayaan perumahan dari Pemerintah kepada MBR dapat menjaga kredibilitas dan kepercayaan masyarakat dengan turut serta menjaga kualitas dari rumah dan fasilitas perumahan yang dibangun oleh pengembang. Terlebih di tengah kondisi penurunan ekonomi seperti saat ini, sehingga masyarakat menjadi lebih peduli dengan apa yang disebut value for money. Oleh sebab itu, penting untuk selalu menjaga kepercayaan masyarakat” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama Bank BTN menyampaikan bahwa akad massal KPR ini merupakan kelanjutan dari yang sudah dilakukan di beberapa tempat di wilayah Jakarta dan akan terus dilakukan perseroan dalam memenuhi kebutuhan rumah untuk masyarakat. "Ini adalah kampanye akad kredit yang kami lakukan agar percepatan kebutuhan rumah dapat dengan cepat terjawab dan Bali menjadi salah satu fokus untuk bagaimana dengan kegiatan akad massal ini setidaknya berdampak pada ekonomi Bali," katanya Menurut Nixon, akad massal yang telah digelar pada bulan April ini sebanyak 15.500 calon debitur di seluruh Indonesia dan puncak acaranya diselenggarakan di Tabanan Bali dengan nilai kredit mencapai sekitar Rp 2.5 Trilyun

Sebagai informasi, Tahun 2021 ini Bank BTN tercatat memperoleh kuota penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebanyak 81.000 unit rumah dengan rincian 72.000 unit rumah untuk Bank BTN Konvensional dan 9.000 unit untuk Bank BTN Syariah, dan kuota Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) sebanyak 11.000 unit rumah dengan rincian 10.000 unit untuk Bank BTN Konvensional dan 1.000 unit untuk Bank BTN Syariah. Sedangkan data realisasi untuk Provinsi Bali untuk FLPP Tahun 2010-2021 sebanyak 2.729 unit, SSB Tahun 2015-2020 sebanyak 5.451 unit dan BP2BT Tahun 2018-2020 sebanyak 61 unit.