PU-LOGO

  ☆ PENGUMUMAN PEMENANG LELANG PENGADAAN BUP PROYEK KPBU PRESERVASI JALAN LINTAS TIMUR SUMATERA - PROVINSI RIAU ☆     ☆ PENGUMUMAN HASIL PRAKUALIFIKASI PENGADAAN BUP PROYEK KPBU KEGIATAN PENGGANTIAN DAN/ATAU DUPLIKASI JEMBATAN CH DI PULAU JAWA ☆  

Sektor perumahan akan selalu menjadi leading sector baik pada saat ini maupun pada saat yang akan datang. Begitu pula pada saat masa pandemi Covid 19, salah satu sektor yang paling berpengaruh terhadap ketahanan perekonomian adalah sektor perumahan. Untuk itu, Pemerintah bahkan memberikan insentif khusus bagi masyarakat agar lebih bersemangat mengakses rumah yang layak huni. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Eko D. Heripoerwanto saat membacakan sambutan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan pada acara Focus Group Discussion (FGD) bertema “Housing Availability for Economically Weaker Section (Monthly Income <4jt) Through Public Housing Savings Program (Tapera)” Kamis (18/3/2021) di Jakarta.

Pemerintah juga sudah dan akan terus memberikan insentif untuk keberlangsungan sektor ini, terakhir Pemerintah memberikan insentif bebas PPN 100 % untuk pembelian rumah sampai dengan harga Rp 2 Milyar, dan 50% untuk pembelian rumah dengan harga antara Rp 2 sampai dengan Rp 5 milyar, sebagaimana diatur oleh PMK No. 21 tahun 2021” ungkapnya.

Selain itu lebih lanjut disampaikan untuk membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memiliki rumah, Pemerintah menyiapkan berbagai kebijakan dan program kemudahan dan/atau bantuan pembiayaan perumahan, antara lain program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), serta program Bantuan Pembiayaan Berbasis Tabungan (BP2BT). Semua program tersebut telah berhasil memfasilitasi jutaan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di berbagai provinsi di seluruh Indonesia.

Sebagai informasi, menurutnya capaian kinerja subsidi perumahan (FLPP, SSB, dan BP2BT) selama 6 tahun terakhir (2015-2020) mencapai rata-rata sebesar 202.666 unit per tahun, sedangkan capaian kinerja SBUM yang merupakan komplementer SSB dan FLPP rata-rata sebesar 139.579 unit per tahun.

Walaupun terjadi penurunan pada tahun 2018-2020, tapi secara umum kinerja subsidi perumahan dapat dijaga secara konsisten, bahkan pada masa pandemi covid-19 sekalipun. Hal ini saya kira yang membantu rebound-nya perekonomian Indonesia pada tahun ini” jelasnya.

Pada tahun 2021, Pemerintah mengalokasikan bantuan pembiayaan perumahan berupa dana FLPP untuk dapat memfasilitasi rumah bersubsidi sebanyak 157.500 unit, BP2BT untuk sebanyak 19.950 unit, SSB untuk membayar SSB ulang tahun sebanyak 859.582 unit, dan SBUM yang merupakan komplementer dari FLPP sebanyak 157.500 unit, serta Tapera sebesar 51.000 unit (target semester I sebesar 11.000 unit).

Hadir dalam acara tersebut Direktur Penilaian Tanah dan Ekonomi Pertanahan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional, Direktur Rumah Umum dan Komersial, Ditjen Perumahan Kementerian PUPR, Komisioner BP-Tapera, Direktur Consumer and commercial lending Bank BTN, Asosiasi Perumahan dan Stakeholder lainnya