PU-net
PENGUMUMAN(0)

PUPR Terima Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2018

Created: 2018-09-21T16:11:34+07:00

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerima penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) atas inovasi e-FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan berbasis elektronik) sebagai Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018. Penghargaan diterima oleh Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Lana Winayanti didampingi oleh Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), Budi Hartono dan Direktur Operasi PPDPP, Nostra Tarigan, Rabu (19/9) di Surabaya.

Sejak diluncurkan tahun 2016, e-FLPP menjadikan penyaluran dana FLPP lebih cepat. Selain itu juga memberikan inovasi berupa otomatisasi pengujian data calon debitur, integrasi dengan data kependudukan Dukcapil Kemendagri, pengamanan sistem dengan penggunaan Sertifikat Elektronik oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan membangun Database Terpusat (Data Center). “Semoga prestasi dan kinerja ini dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Karena sangat membantu sekali dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Lana Winayanti usai menerima menerima penghargaan.

e-FLPP merupakan salah satu dari Inovasi terpilih yang terdiri dari 16 inovasi dari 11 kementerian, 10 inovasi dari lima lembaga, termasuk Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Sementara, provinsi menyumbangkan 18 inovasi dari 13 pemerintah provinsi. Sedangkan kabupaten ada 39 inovasi dari 32 pemkab, serta 16 inovasi dari 12 pemkot.

Dalam sambutannya Menteri PANRB Syafruddin mengatakan bahwa Pemerintah mendorong inovasi-inovasi yang bersifat lokal dan instansional, tetapi potensial untuk diterapkan secara nasional, diangkat dan dijadikan program nasional. Selain itu, pembentukan Mal Pelayanan Publik (MPP) di daerah harus diteruskan untuk mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik di tanah air. Acara pemberian penghargaan didahului oleh forum replikasi, yang bertujuan untuk menggali inovasi yang bisa diterapkan di semua Pemda. “Sebagai inovasi terpilih, Top 99 dirasa perlu dipublikasikan agar bisa menjadi inspirasi bagi pembaca dan sebagai acuan untuk direplikasi,” ujar Syafruddin.

Pada acara tersebut, Menteri Syafruddin juga memberikan penghargaan kepada 21 inovasi yang telah berpartisipasi dalam United Nations Public Service Awards (UNPSA) 2018. Salah satunya adalah inovasi Program Pengendalian Malaria melalui Sistem Early Diagnosis and Treatment (EDAT) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni. Penghargaan juga diberikan kepada Tim Evaluasi dan Tim Panel Independen yang telah membantu pelaksanaan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2018.