PU-net
PENGUMUMAN(0)

Desainer Generasi Milenial Garap Rumah Subsidi

Created: 2018-09-24T11:49:50+07:00

Tempat tinggal merupakan kebutuhan primer manusia. Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan ketersediaan rumah dan jumlah kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Melihat kenyataan di lapangan rumah subsidi memiliki desain yang monoton dan kurang menarik, dengan berbagai alasan lain seperti kondisi prasarana sarana umum (PSU) yang belum siap, tidak ada jaringan listrik, ketidakadaan air bersih. Untuk itu, Kementerian PUPR melalui Ditjen Pembiayaan Perumahan menyelenggarakan Sayembara Desain Rumah Tapak dan Rumah Susun Bersubsidi 2018.

Demikian disampaikan Dirjen Pembiayaan Perumahan Lana Winayanti usai menyerahkan hadiah kepada 10 pemenang sayembara desain rumah tapak dan rumah susun dalam Pembukaan Indonesia Property Expo (Ipex) 2018. Dalam mini talkshow bertajuk Sayembara Perancangan Rumah Tapak dan Rumah Susun Bersubsidi 2018 di Pameran IPEX 2018, Direktur Evaluasi Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Arvi Argyantoro mengatakan dari total peserta sebanyak 1.288 peserta yang berasal dari 150 Kota/ Kabupaten di seluruh Indonesia mayoritasnya merupakan anak muda yang termasuk ke dalam kategori generasi milenial.

“Selama ini bangunan rumah bersubsidi memiliki desain dan bentuk yang hampir sama dan itu-itu saja sehingga diadakan sayembara desain rumah bersubsidi,” ujar Arvi. Para peserta sayembara mayoritas adalah desainer muda, sehingga dapat memasukkan pemikiran dan sudut pandangnya terhadap konsep hunian rumah subsidi yang juga mengacu pada perkembangan jaman dan kebutuhan para milenial. Bahkan Arvi mengaku, terdapat desain rumah yang sangat menarik perhatian Christ Robert Marbun, Direktur Rumah Khusus Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, untuk segera diaplikasikan di lapangan untuk ditujukan pada pembangunan rumah khusus.

"Karena ya milenial pun juga butuh rumah murah ya. Ternyata milenial juga memiliki tingkatan-tingkatan berbeda, ada milenial yang berpenghasilan masih rendah, ada yang menengah, hingga yang sudah memiliki penghasilan lebih," papar Arvi.

Pemenang desain rumah tapak subsidi terbaik adalah Estevantra Sunandijaya dan Yeriel Johan dengan konsep desain Kampung Saya. Sedangkan, pemenang desain rumah susun subsidi terbaik adalah Tia Aprilitasari dan Tommy Tanedy dengan konsep Omah Uwoh, mengatakan menerjemahkan standar pemukiman khususnya pemukiman bersubsidi merupakan kendala terbesar dalam merancang desain rumah susun subsidi. Selanjutnya, Arvi juga mengatakan akan bertemu dan menawarkan langung 20 desain terbaik untuk rumah tapak dan rumah susun bersubsidi kepada pengembang untuk dapat diaplikasikan ke pengembangan rumah bersubsidi.(ind)