Rabu, 11 Januari 2017 | 00:17 WIB

Tahun 2017 Target SBUM 550.000 Unit

Tahun 2017 Target SBUM 550.000 Unit
Kinerja Program Pembiayaan Perumahan akan lebih bagus pada Tahun 2017 dibandingkan dengan Tahun 2016. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KementerianPUPR), Maurin Sitorus, pada Rapat Pelaksanaan Bantuan Pembiayaan Perumahan Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Tahun 2017 di Jakarta, Selasa (10/1). 

Program Pembiayaan Perumahan yang sudah dilaksanakan pada tahun 2016 akan tetap terus dilaksanakan di Tahun 2017. “Program Pembiayaan Perumahan di Tahun 2017 meliputi Program KPR Sejahtera FLPP, Subsidi Selisih Bunga, Bantuan Uang Muka dan kita juga akan mencoba program yang baru yaitu Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan”, Ujar Maurin Sitorus. 

Terkait dengan Program Subsidi Bantuan Uang Muka Perumahan (SBUM) Tahun 2017, Direktur Pola Pembiayaan Perumahan, Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan, KementerianPUPR, Didik Sunardi mengatakan bahwa pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan, KementerianPUPR menargetkan realisasi sebesar 550.000 unit. “Target Subsidi Bantuan Uang Muka Perumahan di dalam rencana strategi adalah sebesar 476.000 unit akan tetapi target Tahun 2017 sesuai rencana kerja pemerintah adalah sebesar 550.000 unit”, terang Direktur Pola Pembiayaan Perumahan, Didik Sunardi. Lebih jauh lagi, Direktur Pola Pembiayaan Perumahan, 

Didik Sunardi menjelaskan bahwa untuk perbankan baik itu bank umum maupun bank umum syariah yang ingin menjadi bank pelaksana untuk SBUM harus memenuhi beberapa persyaratan. “Persyaratan sebagai bank pelaksana SBUM salah satunya mengajukan surat pernyataan minat menjadi Bank Pelaksana kepada Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan merupakan Bank Umum mitra pemerintah dalam pengelolaan rekening pengeluaran, rekening penerimaan dan rekening lainnya milik Kementerian Negara, Lembaga atau Satuan Kerja”, ungkap Didik Sunardi.