Senin, 29 Mei 2017 | 11:25 WIB

Pemerintah Dorong BPD Meningkatkan Kapasitasnya Sebagai Penyalur KPR Bersubsidi

Pemerintah Dorong BPD Meningkatkan Kapasitasnya  Sebagai Penyalur KPR Bersubsidi

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KementerianPUPR) melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan mendorong Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai penyalur KPR bersusbidi. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Lana Winayanti sebagai Keynote Speech dalam acara “Sharing Knowledge dan Pelatihan KPR BPD” yang diselenggarakan oleh PT. Sarana Multigriya Finansial (SMF) sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) No.006/01/PKO/SMF-KPUPR-ASBANDA tanggal 27 Januari 2017 tentang Peningkatan Kapasitas Penyaluran KPR dan Sumber Pembiayaan untuk BPD di Hotel Grand Mahakam, Jakarta, Senin (22/5).

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Lana Winayanti, mengatakan Bank BPD memiliki potensi yang besar dalam mendukung Program Satu Juta Rumah. Namun kontribusinya dalam menyalurkan KPR bersubsidi baru 1,2% (satu koma dua persen). “Dikarenakan kontribusinya masih kecil, ke depan Bank Pembangunan Daerah perlu bekerja ekstra keras untuk meningkatkan porto folio KPR FLPP. Selain itu, kita ingatkan kembali bahwa BPD merupakan pilar utama pembangunan di daerah. Seharusnya peran serta BPD dalam mendukung Program Satu Juta Rumah dapat lebih optimal, karena BPD yang paling memahami karakteristik masyarakat dan kearifan lokal yang ada di daerahnya”,  ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Lana Winayanti.

Selanjutnya, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan pun mendorong BPD untuk dapat bersaing dengan bank lainnya yang telah terlebih dahulu menyalurkan KPR bersubsidi. “Kami mendorong BPD untuk dapat meningkatkan daya saing dalam bisnis global. Oleh karena itu BPD harus dapat meningkatkan kemampuannya dalam mengelola sumber dana jangka panjang melalui kerja sama dengan PT. SMF”, ungkap Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Lana Winayanti.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan pun mengapresiasi kerjasama yang dilakukan antara Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), PT. SMF dan Kementerian PUPR melalui Pelatihan SOP (Standar Operasional dan Prosedur) KPR (Kredit Pemilikan Rumah) BPD (Bank Pembangunan Daerah). “Dengan adanya kerjasama antara PT. SMF dan BPD, diharapkan BPD dapat meningkatkan potensi pembangunan daerahnya masing – masing dan dapat menjalankan bisnis KPR yang lebih baik sehingga visi BPD sebagai champion bank di daerah dapat terwujud”, terang Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Lana Winayanti.

Sementara, Direktur Utama PT. Sarana Multigriya Finansial, Ananta Wiyogo, mengatakan bahwa Program Satu Juta Rumah memerlukan dana yang besar baik dari sisi penyediaan maupun dari pembiayaannya. “Meningkatnya kebutuhan perumahan menjadi pangsa pasar hunian yang layak dan hal ini harus dapat mendorong BPD meningkatkan kapasitasnya sebagai penyalur KPR bersubsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah”, ujar Ananta Wiyogo.

Di sisi lain, Direktur Operasional Asbanda, Subekti Heriyanto, mengatakan bahwa sejak diluncurkannya Program Satu Juta Rumah oleh Presiden Joko Widodo, Asbanda meluncurkan Program Transformasi BPD. “Program transformasi ini merupakan program kerjasama antara Otoritas Jasa Keuangan, Asbanda dan Kementerian Dalam Negeri untuk menjadikan BPD sebagai Bank yang berdaya saing, tumbuh kuat dan berperan dalam perekonomian di daeranya sekaligus dapat mendukung pelaksanaan Program Satu Juta Rumah”, ungkap Direktur Operasional Asbanda, Subekti Heriyanto.

Selanjutnya, Subekti mengatakan bahwa terdapat tiga sasaran dari Program tranformasi Bank Pembangunan Daerah (BPD) yaitu: meningkatnya daya saing, menguatnya ketahanan kelembagaan dan meningkatnya kontribusi terhadap pembangunan daerah. “Dalam mencapai ketiga sasaran tersebut, terdapat beberapa strategi yang akan ditempuh oleh BPD untuk meningkatkan efektifitas proses bisnis dan risiko. Salah satunya yaitu pengelolaan portofolio dan penguatan likuiditas dan permodalan”, jelas Direktur Operasional Asbanda, Subekti Heriyanto.